Senin, 09 April 2018

Kurang Motivasi Saat Bekerja? Isi Ulang Motivasi Di Tempat Kerja Dengan Cara Ini


Motivasi kerja merupakan sebuah dorongan yang dapat membuat seseorang memiliki semangat kerja yang tinggi. Motivasi kerja memiliki dua jenis, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Yang dinamakan motivasi intrinsik merupakan motivasi yang ada dalam diri sendiri, sedangkan ekstrinsik merupakan motivasi yang muncul dari luar. Misal dari teman atau dari orang-orang yang sukses.

Faktor Yang Menyebabkan Motivasi Di Tempat Kerja Meningkat


Terciptanya motivasi yang tinggi pasti di pengaruhi oleh dua faktor. Yaitu faktor internal dan eksternal.

1. Faktor Internal


Salah satu alasan orang mencari pekerjaan dan bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena biaya hidup yang besar dapat membuat seseorang bekerja dengan giat agar mendapatkan gaji yang besar. Karyawan juga harus mengerjakan sesuatu yang di tekuni sesuai dengan minat. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan motivasi di tempat kerja.

Seseorang yang menikmati pekerjaan akan terlihat seperti orang yang bermain daripada orang yang bekerja. Selanjutnya, karyawan harus berani dalam menghadapi tantangan. Karena motivasi yang tinggi bisa menjadi senjata dalam melawan rasa takut pada tantangan. Saat seseorang gagal dalam pekerjaan, ada kesempatan lainnya untuk mencoba dan harus fokus terhadap tujuannya. Untuk itu, seorang karyawan harus selalu berpikir positif.

2. Faktor Eksternal


Faktor eksternal yang dapat meningkatkan motivasi di tempat kerja adalah gaji yang besar. Karena setiap orang ingin mendapat gaji yang besar, dan sebagai karyawan harus bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga atasan akan menaikkan gaji karyawan.

Selain itu, dengan kerja karyawan yang giat dan hasil yang bagus, maka karyawan akan di puji oleh atasan. Suasana di tempat kerja yang nyaman juga akan meningkatkan motivasi di tempat kerja. Karyawan juga akan merasa betah dengan suasana kerja yang nyaman.

Cara Meningkatkan Motivasi di Tempat Kerja


Jika Anda seorang atasan, Anda mungkin harus mengetahui cara ini untuk dapat meningkatkan motivasi sekaligus membuat karyawan betah untuk bekerja.

1. Sediakan Lingkungan Tempat Kerja Yang Terbaik


Buatlah suasana yang santai di dalam lingkungan kerja. Karena lingkungan kerja yang nyaman merupakan hal yang penting untuk meningkatkan hasil kerja yang tinggi. Lingkungan kerja bisa berupa fasilitas kerja dan suasana kerja yang baik. Berikan juga peralatan kerja yang pantas untuk karyawan agar dapat melakukan pekerjaan yang efektif dan efisien.

2. Memberi Semangat Dan Dukungan Kepada Karyawan


Berikan semangat kepada karyawan agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Hal ini tentu saja agar dapat menghindari karyawan dari stres. Pacu semangat karyawan agar dapat mencari solusi dengan sendiri. Jika mereka benar-benar membutuhkan bantuan, Anda turun tangan untuk memberikan bantuan. Yakinkan pada mereka bahwa Anda selalu mendukung mereka dalam melakukan pekerjaan.

Dengan cara ini, atasan akan dapat membentuk mental karyawan sekaligus melatih rasa percaya diri pada karyawan. Berikan juga tantangan dan ruang kerja yang bebas pada mereka, agar dapat mengembangkan kreativitas karyawan. Hal ini berguna untuk perkembangan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

3. Memberi Target Yang Sesuai Dengan Kemampuan Karyawan


Atasan harus memahami secara garis besar kemampuan personal setiap karyawan. Dan Anda juga harus tahu apa yang atasan inginkan dari karyawan. Dengan ini, tentu saja menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan dapat mencapai target yang di tetapkan. Selain itu tercipta kepuasan kerja karena setiap karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

4. Dengarkan Saran Dari Karyawan


Jangan egois dan menganggap diri Anda yang paling hebat meskipun Anda seorang atasan. Sebagai atasan yang baik, Anda harus mendengarkan setiap saran yang ada pada karyawan. Dengan Anda mendengarkan saran dari karyawan, Anda dapat memahami harapan dan keinginan mereka terhadap pekerjaan. Selain itu Anda juga bisa mendapat ide fantastis yang dapat di gunakan demi kepentingan perusahaan.

5. Beri Pujian dan Hadiah Atas Keberhasilan Karyawan


Setiap orang senang mendapatkan pujian, termasuk juga karyawan. Pujian yang tepat bisa memberikan semangat dan motivasi agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Anda juga bisa memberikan hadiah atas keberhasilan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan. Memberi penghargaan secara finansial juga hal yang penting. Namun, yang perlu Anda ingat adalah karyawan yang mengharapkan bonus yang terlalu tinggi dapat menyebabkan karyawan putus asa. Karena jumlah bonus mereka tidak sesuai harapan.

Kamis, 05 April 2018

Pengertian Manajemen Krisis Dan Faktor Penyebab Krisis


Manajemen krisis merupakan proses untuk membahas peristiwa yang mengancam maupun merugikan suatu organisasi. Namun terdapat tiga elemen yang paling umum untuk menjelaskan krisis : ancaman untuk organisasi, unsur kejutan, dan keputusan waktu singkat. Manajemen krisis sendiri memiliki hubungan yang lebih erat dengan masalah yang sudah terjadi. Sedikit berbeda dengan manajemen risiko yang menilai potensi ancaman dan menemukan cara terbaik menghindari ancaman itu sendiri.

Dengan begitu, dapat diartikan bahwa krisis manajemen secara luas berarti merupakan keterampilan teknis yang diperlukan dalam menghadapi masalah serius. Lebih detailnya adalah mampu menilai, memahami, mengidentifikasi masalah dari saat pertama kali terjadi hingga selesai. Teori manajemen krisis pada umumnya didasari oleh bagaimana cara menghadapi krisis, memutuskan di saat krisis, dan memantau perkembangan krisis.

Tiga Krisis Yang Ada Dalam Dunia Bisnis


Manajemen krisis memang dapat diterapkan di semua bidang, karena setiap bidang tentunya memiliki masalah sendiri. Tidak terkecuali di dalam dunia bisnis yang tentunya rentan terhadap krisis. Di antaranya sebagai berikut :

1. Krisis Keuangan


Yang paling sering ditemui dalam dunia bisnis dan memiliki dampak yang terhadap bisnis adalah krisis keuangan. Krisis ini terjadi karena bisnis memiliki masalah terhadap cash flow atau likuiditas jangka panjang yang berisiko pailit alias kerugian di masa mendatang.

2. Krisis Public Relations


Krisis ini juga sering disebut dengan krisis komunikasi. Bisa terjadi karena pemberitaan negatif dan berdampak buruk terhadap bisnis perusahaan. Pemberitaan oleh media atau isu yang beredar mungkin saja benar dan mungkin saja tidak, namun kebanyakan isu yang beredar tentunya berdampak terhadap Citra perusahaan. Cara mengatasi krisis ini adalah dengan melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang ada.

3. Krisis Strategi


Krisis ini dapat terjadi karena adanya perubahan dalam bisnis yang menyebabkan kelangsungan sebuah usaha terganggu. Banyaknya kompetitor mengharuskan perusahaan selalu membuat strategi baru agar tidak kalah dengan pesaingnya. Strategi akan dikatakan krisis apabila bisnis yang dijalani kalah dan bangkrut dengan bisnis serupa karena kalah dalam strategi. Untuk itu setiap perusahaan harus memiliki strategi baru dan harus bisa melihat kemungkinan beruk yang bisa terjadi.

Faktor Penyebab Krisis


Pada dasarnya, krisis tidak bisa dideskripsikan akan kedatangannya. Jalan terbaik untuk menghadapinya adalah membuat perencanaan yang matang. Untuk membuat perencanaan manajemen krisis tentunya harus mengetahui kemungkinan penyebab krisis. Di bawah ini terdapat faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab krisis, di antaranya :

1. Krisis Disebabkan Bencana Alam


Seperti namanya, krisis sebuah bisnis bisa terjadi karena adanya bencana alam. Banyak sekali contoh negara yang bisnis di dalamnya mengalami krisis karena bencana alam. Salah satunya adalah Indonesia yang pernah mengalami krisis terutama di daerah Aceh ketika terjadi bencana alam. Bencana tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, namun juga pernah mematikan segala sendi kehidupan terutama roda perekonomian.

2. Kesalahan Strategi Bisnis


Penyebab dari krisis ini adalah manajemen krisis yang direncanakan atau diimplementasikan tidak salah. Krisis ini biasanya tidak bisa diprediksi, karena biasanya strategi yang diterapkan sudah dirasa benar dan baik. Sehingga kesalahan strategi akan terasa ketika bisnis sudah mengalami masalah.

3. Krisis Terkait Masalah Kriminal


Krisis ini merupakan ancaman yang sangat besar terhadap industri perekonomian seperti perbankan,  penerbangan, hingga wisata. Masalah kriminal yang sangat mengancam alah adanya tindakan terorisme, pembajakan atau perompakan, pemalsuan, dan masih banyak lainnya.

4. Krisis Disebabkan Pergantian Manajemen


Perubahan manajemen dalam organisasi juga bisa dianggap sebagai krisis. Sebagian besar perusahaan menempatkan CEO sebagai komponen paling penting dalam sebuah perusahaan. Sehingga pergantiannya dapat menimbulkan krisis, namun perusahaan perlu menyiapkan rencana yang sangat matang sebelum adanya pergantian pemimpin.

5. Krisis Karena Persaingan Bisnis


Dalam sebuah bisnis perlu adanya pengolahan manajemen krisis yang sangat matang, terutama dalam menghadapi kompetitor bisnis. Sering sekali ada perusahaan yang memonopoli pasar sehingga menyebabkan pesaingnya mengalami krisis. La ini yang membuat pesaing bisnis rugi dan mengalami krisis, bahkan dapat menyebabkan sebuah usaha harus berhenti.

Dengan memahami pengertian dan penyebab krisis. Tentunya anda lebih bisa berhati-hati dalam menentukan manajemen krisis yang harus dikelola untuk meminimalkan masalah bisnis yang mungkin terjadi.

Rabu, 04 April 2018

Inilah 7 Tips Untuk Merancang Komunikasi Internal Yang Efektif


Kekuatan sebuah tim kerja merupakan refleksi dari kuatnya komunikasi internal yang di miliki tim Anda. Ketika anda membuat kebijakan dan praktik komunikasi yang tidak strategis, tentu memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja tim. Tetapi jangan sampai hal ini membuat anda ragu untuk membuat perbaikan. Komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian informasi pada tujuan yang ingin di capai. Komunikasi juga sebuah strategi yang bisa anda jalankan dalam proses mengambil keputusan, program kerja, dan rencana yang akan diwujudkan.

Semua itu membutuhkan kerja sama yang baik antar pribadi maupun tim. Maka dari itu, setiap individu dalam satu perusahaan sangat penting untuk berkomunikasi dengan baik agar mencapai tujuan yang di tetapkan secara efektif dan efisien. Berikut ini merupakan beberapa tips untuk merancang komunikasi internal yang efektif.

1. Menganalisis Metode Dan Susunan Struktur Kantor


Pahami sesuatu yang dapat membuat tim kerja anda menjadi lebih baik. Anda bisa meningkatkan hal tersebut jika anda bisa mengenali masalah dan dapat memperbaiki metodenya. Buat daftar pedoman yang saat ini anda gunakan untuk komunikasi internal dan pahami mana yang paling banyak anda gunakan. Pertimbangkan apa yang harus di kesampingkan oleh karyawan dari departemen mereka dan melakukan kerja bersama dengan departemen lain. Karyawan juga harus melakukan hal untuk dapat mengurangi gangguan yang ada.

2. Mendorong Karyawan Untuk Lebih Berbaur


Tips selanjutnya untuk merancang komunikasi internal yang efektif adalah anda harus mendorong karyawan untuk berbaur. Pertimbangkan untuk pergi ke suatu tempat rekreasi agar dapat mendorong karyawan untuk berbaur ketika ada waktu istirahat. Hal ini dimaksud untuk mendapatkan ide-ide sekaligus membentuk hubungan yang lebih erat di tempat kerja.

Anda juga bisa melakukan agenda pertemuan dengan karyawan secara teratur. Buat karyawan anda memahami status pekerjaan, proyek, dan struktur tim secara keseluruhan. Tentu saja anda akan meningkatkan komunikasi dengan cara ini, karena karyawan seolah mendengar Anda ketika sedang rapat.

3. Membangun Platform Yang Mudah Untuk Digunakan


Agar dapat berkomunikasi secara efektif, sangat penting untuk dapat memiliki platform yang efisien dan mudah di akses oleh tim Anda. Saat tim Anda pergi atau tidak ada di kantor, chatting bisa menjadi cara praktis untuk berkomunikasi. Yang di mana mereka selalu siap dengan perangkat yang berada di tangan mereka.

Apabila karyawan ingin berkomunikasi dengan cara ini, ada baiknya Anda berinvestasi untuk membantu mereka tetap terhubung. Sudah banyak perusahaan yang dapat membantu rencana untuk pembelian ponsel atau membantu mendapat diskon untuk rencana pembelian. Jika anda siap untuk membantu, maka karyawan akan lebih siap dan tidak ada hambatan dalam berkomunikasi melalui perangkat ponsel.

4. Menjaga Tim Agar Tetap Fokus


Untuk menjaga agar tim tetap fokus, anda bisa menerbitkan pengumuman rutin lewat e-mail untuk menjaga tim anda tetap fokus dan semangat dalam bekerja. Anda juga bisa memberi ucapan selamat ulang tahun atau ucapan lain yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan semangat bekerja dan Anda lebih terlibat dengan karyawan baik secara langsung maupun tidak.

5. Sesuaikan Dengan Situasi Dan Kondisi Yang Ada


Situasi di sini maksudnya adalah situasi komunikasi saat informasi yang Anda sampaikan dapat di terima sesuai tujuan yang ingin di sampaikan. Tentu saja hal ini akan mendukung komunikasi efektif apabila informasi yang Anda sampaikan sesuai dengan harapan. Begitu pula halnya dengan kondisi, tentu saja hal ini mempengaruhi serta mendukung efektifnya komunikasi.

6. Menyediakan Kotak Saran


Selalu ada cari bagi karyawan dalam memberikan umpan balik tentang perusahaan, kepemimpinan, dan kebijakan Anda. Tentu anda harus memberikan kotak saran di tempat yang mana bisa di lihat oleh semua karyawan. Apabila karyawan merasa tidak di dengarkan pendapatnya, karyawan akan mengabaikan masalah bahkan bisa juga tidak menyadari masalah yang ada.

7. Menjaga Dokumen Perusahaan


Di jaman yang semakin maju, kini sudah tersedia cloud computing. Dan sudah banyak website yang menyediakan layanan ini. Tips terakhir untuk merancang komunikasi internal yang efektif adalah anda harus menggunakan teknologi cloud computing. Teknologi ini bisa Anda gunakan dalam menyimpan dokumen yang penting untuk dapat di akses oleh karyawan. Anda bisa mendorong tim kerja Anda untuk bisa menjaga hal-hal yang penting dan berguna bagi anggota lain dari tim Anda.

Selasa, 03 April 2018

Bagaimana Cara Menghadapi Pekerja Yang Sulit Diatur?


Karyawan merupakan bagian terpenting dari sebuah perusahaan. Tanpa adanya karyawan, perusahaan tentu tidak dapat berjalan. Seorang atasan selain menjalankan perusahaan, memiliki kerja berat untuk mengakomodir karyawan-karyawan yang ada di kantor agar dapat bekerja dengan baik. Namun, sayangnya tidak selalu hal ini berjalan lancar.

Sering kali ada saja kendala dalam pelaksanaannya. Misalnya saja menemukan kendala teknis dalam pekerjaan karyawan atau mendapat karyawan yang sulit diatur. Hal ini mungkin akan membuat Anda merasa bingung untuk mencari cara yang tepat menghadapi pekerja Anda ini. Tapi jangan khawatir, berikut ini ada beberapa tips bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur.

1. Hadapi Dengan Kepala Dingin


Hal pertama yang harus Anda ingat adalah Anda harus menghadapi semua dengan kepala dingin. Jangan sampai masalah ini membuat Anda menjadi tempramen dan berpengaruh terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan. Menghadapi masalah dengan kepala dingin diperlukan karena membuat Anda dapat melihat masalah dengan lebih tenang dan tidak terjebak dalam emosi sesaat.

Tetaplah berfikir tenang, sembari mencari solusi yang tepat untuk menghadapi pekerja Anda yang satu ini. Jangan sampai hal ini justru memacu emosi Anda dan membuat Anda melakukan tindakan yang didasarkan pada emosi sesaat saja.

2. Kenali Karakternya


Sebagai seorang atasan Anda harus dapat melihat karakter pekerja Anda dengan baik. Ini untuk membuat Anda lebih selektif dalam memberikan pekerjaan kepada pekerja Anda. Mengenali karakter seseorang menjadi hal penting yang harus Anda kuasai. Dari sini Anda dapat menilai kinerja karyawan Anda.

Selain itu Anda juga dapat melihat penempatan yang tepat untuk karyawan Anda. Pengenalan karakter diperlukan untuk melihat apakah memang pekerja Anda memiliki karakter yang sulit diatur atau ada hal lain yang mendasarinya. Apalagi setiap orang memiliki karakter masing-masing, sehingga diperlukan cara yang berbeda untuk menghadapi orang yang berbeda. Dari mengetahui karakternya Anda juga dapat mengerti metode yang cocok untuk membuatnya menjadi lebih baik dan meningkatkan kinerjanya.

3. Cari Sumber Permasalahannya


Setelah Anda merasa mengenali karakternya dengan baik, Anda juga harus mencari tau sumber masalah yang menyebabkan pekerja Anda bermasalah. Anda dapat mencari tahu melalui banyak jalan. Mulai dari melihat laporan pekerjaannya, bertanya pada temannya atau yang paling akurat adalah bertanya langsung dengan yang bersangkutan.

Anda dapat memanggil karyawan Anda ke ruangan untuk menanyakan terkait hal ini. Tapi ingat, untuk membuat percakapan yang santai namun tegas dan tidak mengintimidasi karyawan tersebut. Utarakan tentang masalah yang selama ini Anda permasalahkan, lalu tanyakan alasannya kenapa terjadi hal tersebut. Anda juga dapat menanyakan, apakah ada yang bisa dibantu untuk masalahnya tersebut. Bangun komunikasi yang baik sehingga tidak ada pihak yang merasa terintimidasi.

4. Terapkan Sanksi Serta Reward


Tips selanjutnya setelah melakukan berbagai cara di atas adalah tetap melakukan kontroling dengan menerapkan sanksi dan reward. Maksud dari sanksi dan reward di sini adalah menegaskan kepada karyawan jika setiap tindakannya memiliki konsekuensi. Akan ada sanksi untuk yang melanggar peraturan dan budaya kerja yang ada di perusahaan.

Namun, untuk yang dapat menjalani tugas yang diberikan dengan baik reward akan diberikan. Terlebih dulu bangun rasa percaya terhadap pekerja terkait dengan memberikan tugas sesuai dengan keahliannya. Dari sana Anda dapat menilai apakah ia sudah memiliki perubahan ke arah yang lebih baik atau justru sebaliknya.

Jika memang tugas yang Anda berikan tidak selesai dengan baik maka Anda berhak memberi sanksi. Tetapi, jika memang tugas yang Anda berikan selesai dengan baik, ia berhak untuk mendapat reward dari Anda. Ingatlah untuk memberikan penilaian secara objektif ya.

5. Berlaku Tegas dan Adil


Sebagai seorang atasan Anda harus berlaku tegas, namun adil menyikapi karyawan yang susah diatur. Maksud dari tegas di sini adalah Anda harus tegas memberikan sanksi apabila perilakunya dianggap kelewatan. Tindakan tegas diperlukan, agar budaya kerja serta peraturan perusahaan tidak diremehkan. Karena ini nantinya berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Namun, perlu Anda ingat jika perlakuan adil juga diperlukan.

Jangan karena ia pernah menjadi karyawan yang sulit diatur maka Anda selalu menyalahkan kinerjanya. Di sini Anda harus berlaku adil dengan melihat pekerjaan yang dia lakukan secara objektif. Selain itu tindakan adil juga diperlukan ketika Anda memberlakukan sanksi.

6. Jadilah Contoh yang Baik


Terakhir bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur adalah Anda harus terlebih dahulu menjadi contoh yang baik. Sehingga ketika Anda menasehati pekerja yang susah diatur pun Anda sudah terlebih dulu menjadi contoh yang baik untuknya. Jadilah terlebih dulu teladan, sebelum meminta orang lain untuk bersikap seperti yang Anda inginkan.

Karyawan memang menjadi salah satu komponen penting di perusahaan. Kinerjanya tentu berpengaruh langsung terhadap kondisi perusahaan ke depannya. Tapi, bagaimana jika ada karyawan yang sulit diatur? Ada beberapa tips bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur seperti yang disebutkan di atas. Tentu Anda harus menghadapi masalah ini dengan kepala dingin. Pengenalan karakter menjadi hal penting yang harus Anda miliki, untuk selanjutnya mencari akar masalah yang menyebabkan kinerjanya tidak bagus. Tegas dan adil dalam pemberian sanksi dan reward juga diperlukan. Tapi dibalik itu semua ingatlah untuk menjadi contoh yang baik, sebelum mulai meminta orang lain turut berkelakuan baik.

Senin, 02 April 2018

Penjelasan Umum Tentang Pelayanan Bintang 5 (5-Star Service Excellence)


Pelayanan terhadap tamu merupakan salah satu hal yang cukup berpengaruh pada kelangsungan bisnis yang anda jalani. Hal ini dikarenakan konsumen merupakan sumber penghasilan utama dalam bisnis. Maka dari itu untuk meningkatkan pelayanan, hal ini penting anda lakukan agar bisnis yang anda jalani bisa terus bertahan. Salah satu jenis pelayanan yang bisa anda coba untuk mensukseskan bisnis adalah model pelayanan bintang 5. Dan berikut penjelasannya.

Apa Itu 5-Star Service Excellence?


5-star service excellence merupakan pelayanan nomer 1 dan terbaik. Meski sudah banyak digunakan, nyatanya pelayanan ini memang mampu meningkatkan pendapatan bisnis beberapa orang. 5-star service excellence mencerminkan kesempurnaan dalam hal pelayanan kepada konsumen. Bahkan persentase tamu yang puas dengan pelayanan ini bisa dibilang cukup banyak. Hal ini pula yang akan mendatangkan testimoni positif pada perusahaan anda.

Tujuan Serta Manfaat Pelatihan 


Seperti model pelayanan lain, 5 star excellence juga memiliki beberapa tujuan dan manfaat yang harus di dapatkan oleh peserta ketika mengikuti pelatihan. Tujuan dan manfaat dari pelatihan tersebut antara lain yang  pertama adalah peserta pelatihan diharapkan mampu memahami bagaimana teknik dalam melakukan pelayanan bintang lima kepada tamu atau customer mereka. Yang kedua, peserta diharapkan dapat memiliki kemampuan yang meliputi sikap atau kepribadian agar mampu memberikan pelayanan bintang 5 kepada pelanggan. Tujuan serta manfaat yang terakhir adalah peserta training diharapkan mampu untuk mengelola dan menghadapi segala keluhan dari customer yang disesuaikan dengan konsep 5 star excellence.

Materi Yang Diberikan Saat Pelatihan


Materi pelatihan terdiri dari 6 poin yaitu tentang apa itu pelayanan, standar pelayanan, grooming, komunikasi dalam pelayanan, cara menangani pengaduan konsumen, diskusi dan praktek langsung. Untuk poin “tentang apa itu pelayanan” terdiri dari konsep dasar pelayanan, arti penting dari pelayanan, serta memahami bahwa pelayanan merupakan tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya itu, terdapat pula cara mengenali perilaku maupun karakter setiap tamu yang datang. Poin “standar pelayanan” terdiri dari ciri dan kriteria 5-star service excellence, memahami aturan serta etika dalam pelayanan, dan bagaimana membentuk mentalitas dalam pelayanan bintang 5. Grooming akan membahas pentingnya pelayanan sebagai cermin dari sebuah perusahaan dan etika kerja yang harus dimiliki setiap karyawan.

Poin “komunikasi dalam pelayanan” terdiri dari komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal membahas tentang etika dan teknik penerapan nya dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan standar pelayanan bintang 5. Sedangkan komunikasi non verbal terdiri dari komponen, etika berkomunikasi, dan teknik penerapannya. Poin “cara menangani pengaduan konsumen” terdiri dari pengertian, penyebab, serta manfaat dari keluhan tamu. Tidak hanya itu anda pun akan diberi tahu bagaimana cara menangani dan memberikan solusi terhadap keluhan yang diberikan oleh pihak konsumen. Dan poin yang terakhir adalah diskusi dan praktek langsung.

Target Yang Harus Didapat Oleh Peserta Training


Adapun target yang ditetapkan untuk peserta training yaitu pimpinan, manager, dan semua staf perusahaan. Hal ini perlu dilakukan agar semua yang ikut andil dalam kemajuan perusahaan dapat bersinergi dengan baik. Selain itu target lain peserta pelatihan adalah mereka yang ingin meningkatkan kemampuan dalam hal pelayanan. Tidak hanya itu pelatihan ini juga terbuka untuk anda yang ingin tahu seperti apa model pelatihan bintang 5 ini.

Metode Pelatihan 5 Star Excellence


Metode pelatihan 5-star service excellence terdiri dari beberapa tahap. Tahap yang pertama adalah penyampaian konsep. Disini anda akan dijelaskan terlebih dahulu tentang bagaimana konsep dari 5 star excellence tersebut. Setelah konsep sudah tersampaikan dengan baik kita masuk tahap kedua yaitu diskusi kelompok. Di tahap ini anda akan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan peserta lain secara berkelompok. Dengan begitu anda akan bisa melakukan sharing atau bertukar ide dengan mereka.

Setelah tahap diskusi, anda akan masuk tahap latihan dimana pada tahap ini anda akan diberitahu bagaimana cara melakukan pelayanan bintang 5 dengan baik. Saat tahap latihan tentunya anda akan dipandu oleh trainer profesional yang sudah ahli dalam model pelayanan ini. Maka dari itu saat latihan, usahakan peserta memperhatikan dengan baik agar proses latihan dapat berjalan dengan baik dan ilmu yang didapat dapat di aplikasikan dengan baik. Tahap yang terakhir adalah studi kasus. Pada tahap studi kasus anda akan diberitahu tentang apa saja kasus yang sering dijumpai saat berhadapan dengan konsumen. Dengan begitu kelak anda tidak akan bingung ketika menghadapi konsumen dengan karakter yang berbeda karena anda sudah mengikuti training sebelumnya.

Minggu, 01 April 2018

Tips Bahagia Saat Bekerja


Pekerjaan memang sangat diperlukan untuk dilakoni setiap orang. Namun memang tidak dapat dipungkiri bahwa dalam dia kerja sering kali merasakan bosan. Tidak mengherankan bahwa banyak selai yang mencari informasi bagaimana caranya agar tidak bosan dan bisa merasakan bahagia saat bekerja. Memang, merasa bosan sangat mengganggu produktivitas dalam bekerja dan tentunya sangat merugikan semua orang. Menghilangkan rasa bosan dalam bekerja juga bukan merakan hal madah, perlu adanya proses yang lumayan lama untuk mendapatkan perasaan bahagia ketika bekerja. Dalam artikel ini akan diberikan tips agar anda tidak merasa bosan dalam bekerja, untuk itu perlu dipahami artikel ini hingga selesai.

Tips Menghilangkan Rasa Bosan Dan Menimbulkan Perasaan Bahagia Saat Bekerja


Tidak dapat dipungkiri bahwa rutinitas dalam bekerja sering sekali menimbulkan rasa jenuh dalam bekerja itu sendiri. Untuk itu perlu diketahui cara agar tidak merasa bosan namun merasa bahagia saat bekerja. Berikut di antaranya :

1. Buatlah Tempat Kerja Yang Senyaman Mungkin


Cara yang paling utama dan harus dilakukan adalah menciptakan suasana nyaman di tempat kerja. Mulailah dengan menjaga kebersihan dan lingkungan yang nyaman di tempat kerja. Biasakan tempat kerja harus dalam kondisi rapi dan nama dipandang. Siapkanlah segala perlengkapan yang diperlukan sebelum bekerja, dan rapikanlah ketika sudah bekerja. Anda juga bisa menyiapkan camilan ataupun minuman ringan untuk menemani masa kerja anda.

2. Jalinlah Hubungan Yang Berkesan Dan Baik Dengan Siapapun Di Lingkungan Kerja


Suasana yang nyaman dan menghasilkan rasa bahagia saat bekerja dapat dicapai dengan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh rekan kerja. Jalinlah juga hubungan yang baik dengan atasan, partner, ataupun bawahan kerja. Cara tersebut juga akan meningkatkan produktivitas anda dalam mencapai sebuah target pekerjaan.

3. Tinggalkanlah Masalah Pribadi


Salah satu hal yang membuat tidak nyaman dalam bekerja adalah memiliki masalah pribadi yang sering kali mengganggu pikiran anda. Sebaiknya masalah yang sedang dihadapi tidak boleh dibawa hingga dunia kerja yang sedang anda hadapi. Sebaiknya ketika berangkat kerja, anda harus benar-benar meninggalkan masalah pribadi yang sedang dihadapi.

4. Buat Target Kerja


Sebaiknya, sebelum bekerja buatlah target pekerjaan apa yang akan diselesaikan hari ini. Lebih baik lagi bahwa anda juga membuat daftar agenda di malam hari sebelum bekerja di esok hari. Tentukan apa saja yang akan anda lakukan di hari berikutnya. Setelah selesai bekerja sebaiknya anda juga melihat daftar target yang dibuat, apakah ludah tercapai ataukah belum.

5. Fokus Ketika Bekerja


Apabila pikiran tidak fokus dalam bekerja, maka pekerjaan yang dilakukan tentunya akan terganggu. Jangan biarkan hal kecil mengganggu aktivitas anda dalam bekerja. Sebaiknya singkirkan hal Yat tidak penting, semisal memegang ponsel untuk urusan pribadi. Fokuslah dan totalitas dalam bekerja, maka anda akan merasakan bahagia saat bekerja namun tetap mencapai target. Walaupun demikian, ketika anda mulai jenuh maka rehatlah sejenak. Namun perlu diingat bahwa tetap harus fokus.

6. Tumbuhkan Rasa Tanggung Jawab


Pekerjaan akan berjalan maksimal apabila dalam setiap pekerja memiliki rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab akan menimbulkan rasa bahagia saat bekerja, bagaimana tidak, rasa tanggung jawab akan memotivasi diri anda. Kinerja akan lebih baik apabila terdapat rasa bertanggung jawab, selain itu akan menimbulkan perasaan puas.

7. Hindari Berpikir Negatif


Berprasangka buruk dan memikirkan hal negatif akan membuat kinerja anda semakin buruk dan mengganggu produktivitas dalam bekerja. Merasa tidak kompeten, menganggap bekerja tidak maksimal, ataupun merasa renda diri malah akan membuat pemikiran anda tidak berkembang. Harus tertanam rasa optimis untuk membuat kinerja semakin baik.

8. Munculkan Rasa Cinta Dalam Pekerjaan


Rasa cinta dalam pekerjaan merupakan faktor utama dalam membantu menimbulkan rasa bahagia saat ketika bekerja. Anda harus sering bersyukur dan menimbulkan rasa Asian apabila melihat orang kesulitan dalam pekerjaan. Temukan bakat anda dalam pekerjaan, namun yang perlu dilakukan adalah bersyukur. Selalu ingatlah bahwa banyak yang mencari pekerjaan dengan susah payah, dan sangat disayangkan bahwa anda yang sudah memiliki pekerjaan malah tidak mencintai pekerjaan.

Bahagia saat bekerja dapat diraih dengan menerapkan beberapa tips tang telah disebutkan di atas. Semoga membantu anda.

Sabtu, 31 Maret 2018

Bagaimana Cara Seorang Leader Mengelola Timnya?


Kerjasama dan koordinasi tim yang bagus merupakan salah satu cara agar pekerjaan tim dapat terselesaikan dengan baik. Setiap anggota tim tentu memiliki peran penting dalam kinerja tim. Tapi, peran pengelolaan tim paling banyak dipegang oleh leader. Di sini leader bertugas untuk mengatur mekanisme pengelolaan tim yang baik agar kinerja dan geraknya dapat solid. Tapi, mungkin banyak yang masih bingung dengan cara mengelola tim dengan baik. Maka, artikel ini akan membahas bagaimana cara seorang leader mengelola timnya agar tercipta tim dengan kondisi yang bagus.

1. Kenali Karakter Anggota Tim


Hal yang pertama harus kamu lakukan adalah mengenali karakter anggota tim kita. Dari pengenalan karakter ini kita akan dapat memetakan cara menghadapi masing-masing anggota. Selain itu kita juga dapat menemukan bagaimana cara terbaik untuk membawa tim menjadi lebih solid. Dengan mengenali karakter tim kamu juga dapat mengerti pola pembagian tugas yang harus kamu berikan. Sehingga setiap anggota mendapat tugas sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Ini tentu akan berpengaruh terhadap kinerja tim secara keseluruhan. Jangan lupa selipkan tugas-tugas yang memacu kekompakan tim.

2. Bangun Komunikasi yang Baik


Komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan tim. Jangan sampai kesalahan komunikasi justru memberikan dampak buruk pada keberlangsungan tim. Untuk itu diperlukan komunikasi yang baik antar anggota tim. Leader harus menganalisa pola komunikasi  yang tepat untuk diterapkan di tim. Setelah itu leader harus memulai mengawali pondasi bangunan komunikasi yang baik.

3. Bangun Kekompakan Tim


Kekompakan tim menjadi hal yang diperlukan dalam membuat kinerja tim menjadi lebih baik. Leader bertugas untuk membangun kekompakan tim. Membuat tim menjadi lebih kompak dapat dibangun di mana saja. Bisa saja kekompakan dibangun dari tugas-tugas yang diberikan. Selipkan tugas yang mengharuskan koordinasi dan kerjasama antar anggota tim. Kerjasama antar anggota tim ini juga untuk membuat komunikasi antar anggota menjadi lebih baik. Di sisi lain kekompakan akan membuat tugas yang diselesaikan menjadi dapat terkoordinir dengan baik. Ini karena adanya kerjasama yang bagus antar anggota tim.

4. Tanamkan Sense of Belong


Rasa saling memiliki yang ditanamkan di dalam tim akan memacu kinerja tim. Karena rasa memiliki tersebut maka tim berusaha bekerja sebaik mungkin agar timnya tidak terlihat buruk. Leader dapat menanamkan sense of belong dengan berbagai cara. Semua bergantung pada karakter masing-masing tim. Kekompakan juga dapat menjadi awal terciptanya sense of belong. Tim yang kompak dan nyaman tentu membuat anggotanya merasa senang berada di tim sehngga terciptalah rasa memiliki.

5. Jaga Ritme Tim


Bagaimana cara seorang leader mengelola timnya juga berfokus pada ritme tim. Pada saat memimpin sebuah tim, seorang leader harus dapat menjaga ritme kerja dari timnya. Jangan sampai ada kekosongan yang menyebabkan kinerja menjadi menurun. Meskipun tidak ada tugas yang dikerjakan komunikasi harus tetap berjalan. Tidak harus komunikasi secara formal di kantor, kamu juga dapat membangun komunikasi non formal sesekali di luar kantor. Paling tidak agar ritme tim tetap terjaga.

6. Terapkan Reward dan Punishment yang Disepakati Bersama


Kesepakatan menjadi penting dalam sebuah tim. Jangan sampai kamu menjadi seorang leader yang otoriter sehingga memutuskan semuanya hanya berdasar keinginanmu. Kesepakatan diperlukan untuk membuat setiap anggota tim menjadi bertanggung jawab atas hal yang disepakati. Ini karena setiap anggota tim memiliki peran dalam membuat kesepakatan tersebut. Sehingga kesepakatan tersebut merupakan hal yang harus dibangun bersama. Bukan dibangun atas dasar keinginan satu orang saja.

Di sisi lain jangan lupa terapkan reward dan punishment yang disepakati bersama. Ini untuk memacu anggota agar dapat bertanggung jawab kepada kesepakatan yang telah dibuatnya. Terapkan kedua hal tersebut secara adil dan objektif. Jangan sampai berlaku tidak adil pada anggota. Leader bertugas untuk mengontrol jalannya kedua hal tersebut agar bejalan dengan baik.

7. Jadilah Leader Panutan


Menjadi seorang leader memberimu tanggung jawab lebih untuk menjadi contoh yang baik bagi anggota. Leader tidak hanya bertugas menyuruh-nyuruh saja, namun juga harus menjadi role model yang bagus bagi anggotanya. Jangan sampai seorang leader meminta timnya untuk datang tepat waktu, tapi justru sering datang telat. Kesepakatan yang diterapkan di tim juga harus dipatuhi leader, kecuali dalam kasus tertentu yang urgent. Ini untuk menunjukkan bahwa kamu layak memimpin tim.

Memimpin tim menjadi suatu hal yang mudah namun sulit untuk dilakukan. Bagaimana cara seorang leader mengelola timnya menjadi satu hal yang harus diperhatikan. Pengelolaan tim berfokus pada beberapa hal. Semuanya bertujuan sama, untuk membangun tim dengan kinerja yang baik.