Sabtu, 05 Mei 2018

7 Tahapan Menuju Kemampuan Kepemimpinan Yang Efektif Dalam Suatu Kelompok



Menjadi seorang pemimpin (Leader)  dalam suatu kelompok organisasi maupun komunitas formal atau non formal memang tidaklah mudah. Seorang pemimpin yang baik adalah yang mampu mengemban dan menjalankan amanah sesuai kesepakatan bersama dalam organisasi atau komunitas. Pemimpin pada dasarnya adalah seorang yang ditunjuk oleh suatu perkumpulan masa untuk memimpin, mengatur, mengelola, mengkondisikan suatu perkumpulan tersebut.

Seorang pemimpin  yang ditunjuk  dari hasil keputusan bersama dalam musyawarah untuk diberi tanggung jawab mengelola suatu  perkumpulan masa atau organisasi. Seorang  pemimpin harus  bersifat yang tegas, terampil, cekatan, berwibawa serta berani mengambil keputusan, dan menguasai problem solving (pemecahan masalah).

Setiap orang pun berhak menjadi atau memimpin suatu organisasi atau komunitas asalkan bertanggung jawab. Berikut ini adalah sekumpulan teori untuk menunjang kemampuan kepemimpinan yang efektif bagi para pelaku organisasi / komunitas formal maupun non formal.

1. Pemberian Perintah Secara Jelas

Dalam memberikan perintah kepada anak buahnya haruslah secara tegas dan jelas untuk menghindari kesalahan komunikasi yang berdampak fatal bagi organisasi. Pemberian tugas terhadap anak buahnya jangan terlalu banyak  dan menyesuaikan dengan situasi serta kondisi yang ada. Yang terpenting adalah dengan bahasa yang sopan, santun, dan tegas untuk menjaga image seorang pemimpin.

 

2. Memberikan Peringatan Bagi Yang Melanggar

Suatu perusahaan atau organisasi, tentu ada   pelanggaran yang dilakukan orang yang ada dalam organisasi atau perusahaan tersebut, dengan sengaja maupun tidak.  Tugas seorang leadership atau pimpinan tentu memberi peringatan kepada pelanggar jika memang terbukti bersalah dan merugikan perusahaan atau organisasi. Tugas seorang pimpinan dalam memberikan teguran secara tegas sebagai peringatan anak buah sebagai evaluasi.  Karena berdampak merugikan nama baik kelompok .

 

3. Memberikan Pujian Atau Dukungan

Menuju  kemampuan kepemimpinan yang efektif  demi memajukan nama komunitas harus didukung oleh kemampuan team  yang kompak untuk sebuah nama baik. Seiring berjalannya proses berorganisasi ada baiknya berikan dukungan,  pujian kepada anak buah anda untuk membangkitkan gairah kinerjanya. Pemberian dukungan/pujian bisa berupa perhatian atas prestasi atau kinerja para bawahan atau anak buah dalam organisasi.

 

4. Menjaga Tingkah Laku Dan Kepribadian

Seorang pemimpin tentunya menjadi contoh atau tauladan bagi team atau anak buahnya,  sebab pemimpin merupakan garda depan sebuah organisasi. Jika pemimpin tidak bisa memberikan contoh perilaku yang baik tentunya akan menciptakan contoh yang buruk terhadap anak buahnya atau sebaliknya. Perilaku atau kepribadian seorang pemimpin adalah sebuah cerminan bagi  bawahannya dalam suatu kelompok dan bagian dari kualitas suatu organisasi.

 

5. Menerima Kritik Dan Saran

Untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan yang efektif  tentunya kritik dan saran juga sangat dibutuhkan demi pencapaian suatu organisasi atau komunitas. Sebuah kritikan yang dilontarkan dari anak buah harus diterima dengan lapang dada sebagai evaluasi atau pembelajaran untuk kedepannya. Mampu memilah dan memilih berbagai macam kritikan dan saran yang diutarakan dari bawahan. Kritik dan saran yang membangun diterapkan, yang dirasa tidak baik ditinggalkan sebagai evaluasi diri.

 

6. Mampu Membangkitkan Rasa Kesatuan

Suatu organisasi/komunitas tidak akan menjadi besar atau sesuai target yang diinginkan tanpa mementingkan unsur yang satu ini yaitu rasa kesatuan. Sudah menjadi tugas dan kewajiban pemimpin untuk menjaga integritasnya dalam menjaga nama kelompoknya menuju  satu pemikiran dan visi, misi demi tercapainya satu tujuan. Jika salah satu unsur hilang atau dilupakan maka organisasi yang anda pimpin akan terpecah belah karena berbeda pemikiran (idealis) dalam satu team.

 

7. Menciptakan Prinsip Disiplin Dan Etos Kerja

Disiplin merupakan prinsip yang tidak boleh ditinggalkan dalam menciptakan etos kerja dalam suatu organisasi yang anda pimpin demi  sebuah target yang terpenuhi. Pemimpin yang baik mampu menerapkan prinsip disiplin dalam sebuah sistem kerja organisasi menjadi suatu kebiasaan dalam satu team anda. Dengan menerapkan sistem kerja disiplin dalam kelompok dapat menghindari dari perselisihan, kecerobohan, keterlambatan , pemborosan dan segala hambatan dalam suatu kelompok.

Itulah tips-tips yang terangkum untuk menunjang kemampuan kepemimpinan yang efektif, bahwasanya setiap orang berhak untuk menjadi pemimpin suatu kelompok, tergantung kepribadiannya masing-masing. Yang terpenting seorang mempunyai kemauan yang keras untuk berproses dan belajar untuk memikul amanat sebagai pemimpin. Demi mencapai kesolidan, kekompakan  untuk membuahkan hasil yang bermanfaat.

Sabtu, 28 April 2018

Pentingnya Manajemen Pengawasan Yang Efektif Dalam Perusahaan


Dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, memiliki manajemen pengawasan yang efektif menjadi bagian terpenting dalam menentukan keberhasilan. Hal ini dikarenakan dengan pengawasan dapat menetapkan standar kerja serta mampu mengambil tindakan cepat yang dapat mendukung pencapaian hasil kerja. ­Dengan melakukan menajemen pengawasan yang efektif, tentunya mampu mengetahui kesalahan dan dapat dicegah sejak dini. Sehingga dengan dilaksanakan pengawasan ini mampu meminimalisir pemborosan bahan, biaya dan tenaga. Seiring berkembangnya suatu organiasasi, tentunya permasalahan yang dihadapi juga semakin beragam. Inilah yang menjadikan manajemen pengawasan penting untuk dijalankan

Mengapa Manajemen Pengawasan Yang Efektif Sangat Dibutuhkan?

Sebagai tindakan dalam menetapkan hasil kerja dan pengambilan tindakan, sebuah manajemen pengawasan yang efektif dapat mendukung dalam menentukan hasil dari kinerja yang telah ditetapkan. Berdasarkan penjelasan ini tentunya dalam sebuah perusahaan maupun organisasi wajib untuk memiliki manajemen pengawasan yang efektif agar dapat melakukan tindakan lanjutan.

Alasan Pentingnya Manajemen Pengawasan Yang Efektif

 Berikut ini beberapa alasan pentingnya membangun manajemen pengawasan yang efektif

1. Untuk Meningkatkan dan menjamin kualitas produk

Dengan memiliki manajemen pengawasan yang baik maka produk yang dihasilkan akan meningkat. Hal ini dikarenakan adanya pengawasan yang preventif, sehingga mampu meminimalisir kesalahan. Selain itu juga dengan adanya pengawasan, produk yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang sesuai dengan standar yang ditentukan.

2. Sebagai Standarisasi

Penentuan standar dalam proses pengawasan harus dilakukan terutama terkait standar waktu dan pegawai. Beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditetapkan dalam manajemen pengawasan yang efektif yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan produk, jumlah produk yang dihasilkan dalam periode tertentu. Selain itu jumlah biaya yang dikeluarkan dan juga tingkah laku pegawai dalam pekerjaan juga harus diperhatikan.

3. Sebagai Bentuk Evaluasi Kerja

Setelah melakukan standarisasi dan melakukan pengecekan, melalui manajemen pengawasan dapat dilakukan evaluasi kerja. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap penyimpangan berdasarkan atas standar yang telah dibuat. Dari hasil evaluasi tersebut dapat dilakukan perbandingan dan dilakukan tindakan perbaikan.

4. Untuk Melakukan Perbaikan

Tindakan perbaikan dilakukan apabila terjadi penyimpangan standar kerja yang dilakukan saat melakukan evaluasi. Tindakan perbaikan ini dilakukan apabila terjadi penyimpangan dan segera dilakukan penanganan. Namun jika dalam evaluasi tidak terjadi penyimpangan, manajemen pengawasan dapat berfungsi untuk meningkatkan hasil produksi.

5. Meminimalisir kegagalan

Alasan pentingnya membangun manajemen pengawasan yang efektif selanjutnya adalah untuk meminimalisir kegagalan. Dalam melakukan kegiatan produksi, setiap perusahaan pasti melakukan hal yang bertujuan untuk mencegah kegagalan seminimal mungkin. Oleh karena itu agar kegagalan dapat diminalisir, sebuah perusahaan harus memiliki manajemen pengawasan yang baik.

6. Untuk Meminimalisir Pengeluaran

Dengan menerapkan manajemen pengawasan yang efektif, tentu akan mengurangi pemborosan yang keluarkan oleh perusahaan. Sebuah perusahaan yang memiliki manajemen yang baik mampu mampu meminimalisir kegagalan dalam kegiatan produksi. Selain itu manajemen pengawasan juga dapat digunakan untuk mengontrol kegiatan tenaga kerja seperti penggelapan uang, memanfaatkan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi dan sebagainya.

7. Digunakan Sebagai Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja merupakan upaya membandingkan hasil kinerja dengan standar yang telah ditetapkan. Sehingga dengan manajemen pengawasan, kita dapat mengetahui sejauh mana kinerja yang dilakukan oleh pegawai, apakah sudah sesuai dengan standar atau belum. Selain itu juga dapat mengetahui karyawan yang perlu diberi penghargaan kepada mereka yang berprestasi.

Cara Membangun Manajemen Pengawasan Yang Efektif

Pada dasarnya untuk dapat membangun manajemen pengawasan yang efektif dapat dilakukan dengan cara melakukan pengawasan secara langsung dan pengawasan secara tidak langsung. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Berikut penjelasannya

1. Pengawasan Langsung

Pengawasan langsung merupakan pengawasan yang dilakukan sendiri oleh manajer terkait. Manajer akan melakukan pengawasan dan memeriksa perkerjaan yang dilakukan oleh karyawan apakah sudah sesuai dengan standar dan perencanaan awal. Kelebihan dari cara ini antara lain apabila terjadi kesalahan dapat ditangani dengan cepat, mampu menjalin hubungan baik antara pimpinan dengan karyawan dan dapat memperoleh data yang akurat terkait penyimpangan yang terjadi. Meskipun demikian kekurangan dari cara ini adalah kurangnya inisiatif dari bawahan karena pengawasan dilakukan secara langsung oleh pimpinan dan juga menyita waktu manajer.

2. Pengawasan Tidak Langsung

Pengawasan tidak langsung adalah pengawasan yang dilakukan oleh bawahan kemudian melaporkan hasilnya kepada manajer baik secara lisan maupun tertulis. Kelebihan dari cara ini adalah memberikan inisiatif kepada bawahan untuk berkembang dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan. Namun kekurangannya antara lain hasil laporan kurang akurat karena adanya kecenderungan pemberian data yang tidak obyektif. Selain itu juga kesalahan maupun penyimpangan yang terjadi tidak dapat langsung ditangani karena harus menunggu keputusan dari pimpinan.

Senin, 09 April 2018

Kurang Motivasi Saat Bekerja? Isi Ulang Motivasi Di Tempat Kerja Dengan Cara Ini


Motivasi kerja merupakan sebuah dorongan yang dapat membuat seseorang memiliki semangat kerja yang tinggi. Motivasi kerja memiliki dua jenis, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Yang dinamakan motivasi intrinsik merupakan motivasi yang ada dalam diri sendiri, sedangkan ekstrinsik merupakan motivasi yang muncul dari luar. Misal dari teman atau dari orang-orang yang sukses.

Faktor Yang Menyebabkan Motivasi Di Tempat Kerja Meningkat


Terciptanya motivasi yang tinggi pasti di pengaruhi oleh dua faktor. Yaitu faktor internal dan eksternal.

1. Faktor Internal


Salah satu alasan orang mencari pekerjaan dan bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena biaya hidup yang besar dapat membuat seseorang bekerja dengan giat agar mendapatkan gaji yang besar. Karyawan juga harus mengerjakan sesuatu yang di tekuni sesuai dengan minat. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan motivasi di tempat kerja.

Seseorang yang menikmati pekerjaan akan terlihat seperti orang yang bermain daripada orang yang bekerja. Selanjutnya, karyawan harus berani dalam menghadapi tantangan. Karena motivasi yang tinggi bisa menjadi senjata dalam melawan rasa takut pada tantangan. Saat seseorang gagal dalam pekerjaan, ada kesempatan lainnya untuk mencoba dan harus fokus terhadap tujuannya. Untuk itu, seorang karyawan harus selalu berpikir positif.

2. Faktor Eksternal


Faktor eksternal yang dapat meningkatkan motivasi di tempat kerja adalah gaji yang besar. Karena setiap orang ingin mendapat gaji yang besar, dan sebagai karyawan harus bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga atasan akan menaikkan gaji karyawan.

Selain itu, dengan kerja karyawan yang giat dan hasil yang bagus, maka karyawan akan di puji oleh atasan. Suasana di tempat kerja yang nyaman juga akan meningkatkan motivasi di tempat kerja. Karyawan juga akan merasa betah dengan suasana kerja yang nyaman.

Cara Meningkatkan Motivasi di Tempat Kerja


Jika Anda seorang atasan, Anda mungkin harus mengetahui cara ini untuk dapat meningkatkan motivasi sekaligus membuat karyawan betah untuk bekerja.

1. Sediakan Lingkungan Tempat Kerja Yang Terbaik


Buatlah suasana yang santai di dalam lingkungan kerja. Karena lingkungan kerja yang nyaman merupakan hal yang penting untuk meningkatkan hasil kerja yang tinggi. Lingkungan kerja bisa berupa fasilitas kerja dan suasana kerja yang baik. Berikan juga peralatan kerja yang pantas untuk karyawan agar dapat melakukan pekerjaan yang efektif dan efisien.

2. Memberi Semangat Dan Dukungan Kepada Karyawan


Berikan semangat kepada karyawan agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Hal ini tentu saja agar dapat menghindari karyawan dari stres. Pacu semangat karyawan agar dapat mencari solusi dengan sendiri. Jika mereka benar-benar membutuhkan bantuan, Anda turun tangan untuk memberikan bantuan. Yakinkan pada mereka bahwa Anda selalu mendukung mereka dalam melakukan pekerjaan.

Dengan cara ini, atasan akan dapat membentuk mental karyawan sekaligus melatih rasa percaya diri pada karyawan. Berikan juga tantangan dan ruang kerja yang bebas pada mereka, agar dapat mengembangkan kreativitas karyawan. Hal ini berguna untuk perkembangan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

3. Memberi Target Yang Sesuai Dengan Kemampuan Karyawan


Atasan harus memahami secara garis besar kemampuan personal setiap karyawan. Dan Anda juga harus tahu apa yang atasan inginkan dari karyawan. Dengan ini, tentu saja menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan dapat mencapai target yang di tetapkan. Selain itu tercipta kepuasan kerja karena setiap karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

4. Dengarkan Saran Dari Karyawan


Jangan egois dan menganggap diri Anda yang paling hebat meskipun Anda seorang atasan. Sebagai atasan yang baik, Anda harus mendengarkan setiap saran yang ada pada karyawan. Dengan Anda mendengarkan saran dari karyawan, Anda dapat memahami harapan dan keinginan mereka terhadap pekerjaan. Selain itu Anda juga bisa mendapat ide fantastis yang dapat di gunakan demi kepentingan perusahaan.

5. Beri Pujian dan Hadiah Atas Keberhasilan Karyawan


Setiap orang senang mendapatkan pujian, termasuk juga karyawan. Pujian yang tepat bisa memberikan semangat dan motivasi agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Anda juga bisa memberikan hadiah atas keberhasilan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan. Memberi penghargaan secara finansial juga hal yang penting. Namun, yang perlu Anda ingat adalah karyawan yang mengharapkan bonus yang terlalu tinggi dapat menyebabkan karyawan putus asa. Karena jumlah bonus mereka tidak sesuai harapan.

Kamis, 05 April 2018

Pengertian Manajemen Krisis Dan Faktor Penyebab Krisis


Manajemen krisis merupakan proses untuk membahas peristiwa yang mengancam maupun merugikan suatu organisasi. Namun terdapat tiga elemen yang paling umum untuk menjelaskan krisis : ancaman untuk organisasi, unsur kejutan, dan keputusan waktu singkat. Manajemen krisis sendiri memiliki hubungan yang lebih erat dengan masalah yang sudah terjadi. Sedikit berbeda dengan manajemen risiko yang menilai potensi ancaman dan menemukan cara terbaik menghindari ancaman itu sendiri.

Dengan begitu, dapat diartikan bahwa krisis manajemen secara luas berarti merupakan keterampilan teknis yang diperlukan dalam menghadapi masalah serius. Lebih detailnya adalah mampu menilai, memahami, mengidentifikasi masalah dari saat pertama kali terjadi hingga selesai. Teori manajemen krisis pada umumnya didasari oleh bagaimana cara menghadapi krisis, memutuskan di saat krisis, dan memantau perkembangan krisis.

Tiga Krisis Yang Ada Dalam Dunia Bisnis


Manajemen krisis memang dapat diterapkan di semua bidang, karena setiap bidang tentunya memiliki masalah sendiri. Tidak terkecuali di dalam dunia bisnis yang tentunya rentan terhadap krisis. Di antaranya sebagai berikut :

1. Krisis Keuangan


Yang paling sering ditemui dalam dunia bisnis dan memiliki dampak yang terhadap bisnis adalah krisis keuangan. Krisis ini terjadi karena bisnis memiliki masalah terhadap cash flow atau likuiditas jangka panjang yang berisiko pailit alias kerugian di masa mendatang.

2. Krisis Public Relations


Krisis ini juga sering disebut dengan krisis komunikasi. Bisa terjadi karena pemberitaan negatif dan berdampak buruk terhadap bisnis perusahaan. Pemberitaan oleh media atau isu yang beredar mungkin saja benar dan mungkin saja tidak, namun kebanyakan isu yang beredar tentunya berdampak terhadap Citra perusahaan. Cara mengatasi krisis ini adalah dengan melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang ada.

3. Krisis Strategi


Krisis ini dapat terjadi karena adanya perubahan dalam bisnis yang menyebabkan kelangsungan sebuah usaha terganggu. Banyaknya kompetitor mengharuskan perusahaan selalu membuat strategi baru agar tidak kalah dengan pesaingnya. Strategi akan dikatakan krisis apabila bisnis yang dijalani kalah dan bangkrut dengan bisnis serupa karena kalah dalam strategi. Untuk itu setiap perusahaan harus memiliki strategi baru dan harus bisa melihat kemungkinan beruk yang bisa terjadi.

Faktor Penyebab Krisis


Pada dasarnya, krisis tidak bisa dideskripsikan akan kedatangannya. Jalan terbaik untuk menghadapinya adalah membuat perencanaan yang matang. Untuk membuat perencanaan manajemen krisis tentunya harus mengetahui kemungkinan penyebab krisis. Di bawah ini terdapat faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab krisis, di antaranya :

1. Krisis Disebabkan Bencana Alam


Seperti namanya, krisis sebuah bisnis bisa terjadi karena adanya bencana alam. Banyak sekali contoh negara yang bisnis di dalamnya mengalami krisis karena bencana alam. Salah satunya adalah Indonesia yang pernah mengalami krisis terutama di daerah Aceh ketika terjadi bencana alam. Bencana tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, namun juga pernah mematikan segala sendi kehidupan terutama roda perekonomian.

2. Kesalahan Strategi Bisnis


Penyebab dari krisis ini adalah manajemen krisis yang direncanakan atau diimplementasikan tidak salah. Krisis ini biasanya tidak bisa diprediksi, karena biasanya strategi yang diterapkan sudah dirasa benar dan baik. Sehingga kesalahan strategi akan terasa ketika bisnis sudah mengalami masalah.

3. Krisis Terkait Masalah Kriminal


Krisis ini merupakan ancaman yang sangat besar terhadap industri perekonomian seperti perbankan,  penerbangan, hingga wisata. Masalah kriminal yang sangat mengancam alah adanya tindakan terorisme, pembajakan atau perompakan, pemalsuan, dan masih banyak lainnya.

4. Krisis Disebabkan Pergantian Manajemen


Perubahan manajemen dalam organisasi juga bisa dianggap sebagai krisis. Sebagian besar perusahaan menempatkan CEO sebagai komponen paling penting dalam sebuah perusahaan. Sehingga pergantiannya dapat menimbulkan krisis, namun perusahaan perlu menyiapkan rencana yang sangat matang sebelum adanya pergantian pemimpin.

5. Krisis Karena Persaingan Bisnis


Dalam sebuah bisnis perlu adanya pengolahan manajemen krisis yang sangat matang, terutama dalam menghadapi kompetitor bisnis. Sering sekali ada perusahaan yang memonopoli pasar sehingga menyebabkan pesaingnya mengalami krisis. La ini yang membuat pesaing bisnis rugi dan mengalami krisis, bahkan dapat menyebabkan sebuah usaha harus berhenti.

Dengan memahami pengertian dan penyebab krisis. Tentunya anda lebih bisa berhati-hati dalam menentukan manajemen krisis yang harus dikelola untuk meminimalkan masalah bisnis yang mungkin terjadi.

Rabu, 04 April 2018

Inilah 7 Tips Untuk Merancang Komunikasi Internal Yang Efektif


Kekuatan sebuah tim kerja merupakan refleksi dari kuatnya komunikasi internal yang di miliki tim Anda. Ketika anda membuat kebijakan dan praktik komunikasi yang tidak strategis, tentu memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja tim. Tetapi jangan sampai hal ini membuat anda ragu untuk membuat perbaikan. Komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian informasi pada tujuan yang ingin di capai. Komunikasi juga sebuah strategi yang bisa anda jalankan dalam proses mengambil keputusan, program kerja, dan rencana yang akan diwujudkan.

Semua itu membutuhkan kerja sama yang baik antar pribadi maupun tim. Maka dari itu, setiap individu dalam satu perusahaan sangat penting untuk berkomunikasi dengan baik agar mencapai tujuan yang di tetapkan secara efektif dan efisien. Berikut ini merupakan beberapa tips untuk merancang komunikasi internal yang efektif.

1. Menganalisis Metode Dan Susunan Struktur Kantor


Pahami sesuatu yang dapat membuat tim kerja anda menjadi lebih baik. Anda bisa meningkatkan hal tersebut jika anda bisa mengenali masalah dan dapat memperbaiki metodenya. Buat daftar pedoman yang saat ini anda gunakan untuk komunikasi internal dan pahami mana yang paling banyak anda gunakan. Pertimbangkan apa yang harus di kesampingkan oleh karyawan dari departemen mereka dan melakukan kerja bersama dengan departemen lain. Karyawan juga harus melakukan hal untuk dapat mengurangi gangguan yang ada.

2. Mendorong Karyawan Untuk Lebih Berbaur


Tips selanjutnya untuk merancang komunikasi internal yang efektif adalah anda harus mendorong karyawan untuk berbaur. Pertimbangkan untuk pergi ke suatu tempat rekreasi agar dapat mendorong karyawan untuk berbaur ketika ada waktu istirahat. Hal ini dimaksud untuk mendapatkan ide-ide sekaligus membentuk hubungan yang lebih erat di tempat kerja.

Anda juga bisa melakukan agenda pertemuan dengan karyawan secara teratur. Buat karyawan anda memahami status pekerjaan, proyek, dan struktur tim secara keseluruhan. Tentu saja anda akan meningkatkan komunikasi dengan cara ini, karena karyawan seolah mendengar Anda ketika sedang rapat.

3. Membangun Platform Yang Mudah Untuk Digunakan


Agar dapat berkomunikasi secara efektif, sangat penting untuk dapat memiliki platform yang efisien dan mudah di akses oleh tim Anda. Saat tim Anda pergi atau tidak ada di kantor, chatting bisa menjadi cara praktis untuk berkomunikasi. Yang di mana mereka selalu siap dengan perangkat yang berada di tangan mereka.

Apabila karyawan ingin berkomunikasi dengan cara ini, ada baiknya Anda berinvestasi untuk membantu mereka tetap terhubung. Sudah banyak perusahaan yang dapat membantu rencana untuk pembelian ponsel atau membantu mendapat diskon untuk rencana pembelian. Jika anda siap untuk membantu, maka karyawan akan lebih siap dan tidak ada hambatan dalam berkomunikasi melalui perangkat ponsel.

4. Menjaga Tim Agar Tetap Fokus


Untuk menjaga agar tim tetap fokus, anda bisa menerbitkan pengumuman rutin lewat e-mail untuk menjaga tim anda tetap fokus dan semangat dalam bekerja. Anda juga bisa memberi ucapan selamat ulang tahun atau ucapan lain yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan semangat bekerja dan Anda lebih terlibat dengan karyawan baik secara langsung maupun tidak.

5. Sesuaikan Dengan Situasi Dan Kondisi Yang Ada


Situasi di sini maksudnya adalah situasi komunikasi saat informasi yang Anda sampaikan dapat di terima sesuai tujuan yang ingin di sampaikan. Tentu saja hal ini akan mendukung komunikasi efektif apabila informasi yang Anda sampaikan sesuai dengan harapan. Begitu pula halnya dengan kondisi, tentu saja hal ini mempengaruhi serta mendukung efektifnya komunikasi.

6. Menyediakan Kotak Saran


Selalu ada cari bagi karyawan dalam memberikan umpan balik tentang perusahaan, kepemimpinan, dan kebijakan Anda. Tentu anda harus memberikan kotak saran di tempat yang mana bisa di lihat oleh semua karyawan. Apabila karyawan merasa tidak di dengarkan pendapatnya, karyawan akan mengabaikan masalah bahkan bisa juga tidak menyadari masalah yang ada.

7. Menjaga Dokumen Perusahaan


Di jaman yang semakin maju, kini sudah tersedia cloud computing. Dan sudah banyak website yang menyediakan layanan ini. Tips terakhir untuk merancang komunikasi internal yang efektif adalah anda harus menggunakan teknologi cloud computing. Teknologi ini bisa Anda gunakan dalam menyimpan dokumen yang penting untuk dapat di akses oleh karyawan. Anda bisa mendorong tim kerja Anda untuk bisa menjaga hal-hal yang penting dan berguna bagi anggota lain dari tim Anda.

Selasa, 03 April 2018

Bagaimana Cara Menghadapi Pekerja Yang Sulit Diatur?


Karyawan merupakan bagian terpenting dari sebuah perusahaan. Tanpa adanya karyawan, perusahaan tentu tidak dapat berjalan. Seorang atasan selain menjalankan perusahaan, memiliki kerja berat untuk mengakomodir karyawan-karyawan yang ada di kantor agar dapat bekerja dengan baik. Namun, sayangnya tidak selalu hal ini berjalan lancar.

Sering kali ada saja kendala dalam pelaksanaannya. Misalnya saja menemukan kendala teknis dalam pekerjaan karyawan atau mendapat karyawan yang sulit diatur. Hal ini mungkin akan membuat Anda merasa bingung untuk mencari cara yang tepat menghadapi pekerja Anda ini. Tapi jangan khawatir, berikut ini ada beberapa tips bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur.

1. Hadapi Dengan Kepala Dingin


Hal pertama yang harus Anda ingat adalah Anda harus menghadapi semua dengan kepala dingin. Jangan sampai masalah ini membuat Anda menjadi tempramen dan berpengaruh terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan. Menghadapi masalah dengan kepala dingin diperlukan karena membuat Anda dapat melihat masalah dengan lebih tenang dan tidak terjebak dalam emosi sesaat.

Tetaplah berfikir tenang, sembari mencari solusi yang tepat untuk menghadapi pekerja Anda yang satu ini. Jangan sampai hal ini justru memacu emosi Anda dan membuat Anda melakukan tindakan yang didasarkan pada emosi sesaat saja.

2. Kenali Karakternya


Sebagai seorang atasan Anda harus dapat melihat karakter pekerja Anda dengan baik. Ini untuk membuat Anda lebih selektif dalam memberikan pekerjaan kepada pekerja Anda. Mengenali karakter seseorang menjadi hal penting yang harus Anda kuasai. Dari sini Anda dapat menilai kinerja karyawan Anda.

Selain itu Anda juga dapat melihat penempatan yang tepat untuk karyawan Anda. Pengenalan karakter diperlukan untuk melihat apakah memang pekerja Anda memiliki karakter yang sulit diatur atau ada hal lain yang mendasarinya. Apalagi setiap orang memiliki karakter masing-masing, sehingga diperlukan cara yang berbeda untuk menghadapi orang yang berbeda. Dari mengetahui karakternya Anda juga dapat mengerti metode yang cocok untuk membuatnya menjadi lebih baik dan meningkatkan kinerjanya.

3. Cari Sumber Permasalahannya


Setelah Anda merasa mengenali karakternya dengan baik, Anda juga harus mencari tau sumber masalah yang menyebabkan pekerja Anda bermasalah. Anda dapat mencari tahu melalui banyak jalan. Mulai dari melihat laporan pekerjaannya, bertanya pada temannya atau yang paling akurat adalah bertanya langsung dengan yang bersangkutan.

Anda dapat memanggil karyawan Anda ke ruangan untuk menanyakan terkait hal ini. Tapi ingat, untuk membuat percakapan yang santai namun tegas dan tidak mengintimidasi karyawan tersebut. Utarakan tentang masalah yang selama ini Anda permasalahkan, lalu tanyakan alasannya kenapa terjadi hal tersebut. Anda juga dapat menanyakan, apakah ada yang bisa dibantu untuk masalahnya tersebut. Bangun komunikasi yang baik sehingga tidak ada pihak yang merasa terintimidasi.

4. Terapkan Sanksi Serta Reward


Tips selanjutnya setelah melakukan berbagai cara di atas adalah tetap melakukan kontroling dengan menerapkan sanksi dan reward. Maksud dari sanksi dan reward di sini adalah menegaskan kepada karyawan jika setiap tindakannya memiliki konsekuensi. Akan ada sanksi untuk yang melanggar peraturan dan budaya kerja yang ada di perusahaan.

Namun, untuk yang dapat menjalani tugas yang diberikan dengan baik reward akan diberikan. Terlebih dulu bangun rasa percaya terhadap pekerja terkait dengan memberikan tugas sesuai dengan keahliannya. Dari sana Anda dapat menilai apakah ia sudah memiliki perubahan ke arah yang lebih baik atau justru sebaliknya.

Jika memang tugas yang Anda berikan tidak selesai dengan baik maka Anda berhak memberi sanksi. Tetapi, jika memang tugas yang Anda berikan selesai dengan baik, ia berhak untuk mendapat reward dari Anda. Ingatlah untuk memberikan penilaian secara objektif ya.

5. Berlaku Tegas dan Adil


Sebagai seorang atasan Anda harus berlaku tegas, namun adil menyikapi karyawan yang susah diatur. Maksud dari tegas di sini adalah Anda harus tegas memberikan sanksi apabila perilakunya dianggap kelewatan. Tindakan tegas diperlukan, agar budaya kerja serta peraturan perusahaan tidak diremehkan. Karena ini nantinya berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Namun, perlu Anda ingat jika perlakuan adil juga diperlukan.

Jangan karena ia pernah menjadi karyawan yang sulit diatur maka Anda selalu menyalahkan kinerjanya. Di sini Anda harus berlaku adil dengan melihat pekerjaan yang dia lakukan secara objektif. Selain itu tindakan adil juga diperlukan ketika Anda memberlakukan sanksi.

6. Jadilah Contoh yang Baik


Terakhir bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur adalah Anda harus terlebih dahulu menjadi contoh yang baik. Sehingga ketika Anda menasehati pekerja yang susah diatur pun Anda sudah terlebih dulu menjadi contoh yang baik untuknya. Jadilah terlebih dulu teladan, sebelum meminta orang lain untuk bersikap seperti yang Anda inginkan.

Karyawan memang menjadi salah satu komponen penting di perusahaan. Kinerjanya tentu berpengaruh langsung terhadap kondisi perusahaan ke depannya. Tapi, bagaimana jika ada karyawan yang sulit diatur? Ada beberapa tips bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur seperti yang disebutkan di atas. Tentu Anda harus menghadapi masalah ini dengan kepala dingin. Pengenalan karakter menjadi hal penting yang harus Anda miliki, untuk selanjutnya mencari akar masalah yang menyebabkan kinerjanya tidak bagus. Tegas dan adil dalam pemberian sanksi dan reward juga diperlukan. Tapi dibalik itu semua ingatlah untuk menjadi contoh yang baik, sebelum mulai meminta orang lain turut berkelakuan baik.

Senin, 02 April 2018

Penjelasan Umum Tentang Pelayanan Bintang 5 (5-Star Service Excellence)


Pelayanan terhadap tamu merupakan salah satu hal yang cukup berpengaruh pada kelangsungan bisnis yang anda jalani. Hal ini dikarenakan konsumen merupakan sumber penghasilan utama dalam bisnis. Maka dari itu untuk meningkatkan pelayanan, hal ini penting anda lakukan agar bisnis yang anda jalani bisa terus bertahan. Salah satu jenis pelayanan yang bisa anda coba untuk mensukseskan bisnis adalah model pelayanan bintang 5. Dan berikut penjelasannya.

Apa Itu 5-Star Service Excellence?


5-star service excellence merupakan pelayanan nomer 1 dan terbaik. Meski sudah banyak digunakan, nyatanya pelayanan ini memang mampu meningkatkan pendapatan bisnis beberapa orang. 5-star service excellence mencerminkan kesempurnaan dalam hal pelayanan kepada konsumen. Bahkan persentase tamu yang puas dengan pelayanan ini bisa dibilang cukup banyak. Hal ini pula yang akan mendatangkan testimoni positif pada perusahaan anda.

Tujuan Serta Manfaat Pelatihan 


Seperti model pelayanan lain, 5 star excellence juga memiliki beberapa tujuan dan manfaat yang harus di dapatkan oleh peserta ketika mengikuti pelatihan. Tujuan dan manfaat dari pelatihan tersebut antara lain yang  pertama adalah peserta pelatihan diharapkan mampu memahami bagaimana teknik dalam melakukan pelayanan bintang lima kepada tamu atau customer mereka. Yang kedua, peserta diharapkan dapat memiliki kemampuan yang meliputi sikap atau kepribadian agar mampu memberikan pelayanan bintang 5 kepada pelanggan. Tujuan serta manfaat yang terakhir adalah peserta training diharapkan mampu untuk mengelola dan menghadapi segala keluhan dari customer yang disesuaikan dengan konsep 5 star excellence.

Materi Yang Diberikan Saat Pelatihan


Materi pelatihan terdiri dari 6 poin yaitu tentang apa itu pelayanan, standar pelayanan, grooming, komunikasi dalam pelayanan, cara menangani pengaduan konsumen, diskusi dan praktek langsung. Untuk poin “tentang apa itu pelayanan” terdiri dari konsep dasar pelayanan, arti penting dari pelayanan, serta memahami bahwa pelayanan merupakan tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya itu, terdapat pula cara mengenali perilaku maupun karakter setiap tamu yang datang. Poin “standar pelayanan” terdiri dari ciri dan kriteria 5-star service excellence, memahami aturan serta etika dalam pelayanan, dan bagaimana membentuk mentalitas dalam pelayanan bintang 5. Grooming akan membahas pentingnya pelayanan sebagai cermin dari sebuah perusahaan dan etika kerja yang harus dimiliki setiap karyawan.

Poin “komunikasi dalam pelayanan” terdiri dari komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal membahas tentang etika dan teknik penerapan nya dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan standar pelayanan bintang 5. Sedangkan komunikasi non verbal terdiri dari komponen, etika berkomunikasi, dan teknik penerapannya. Poin “cara menangani pengaduan konsumen” terdiri dari pengertian, penyebab, serta manfaat dari keluhan tamu. Tidak hanya itu anda pun akan diberi tahu bagaimana cara menangani dan memberikan solusi terhadap keluhan yang diberikan oleh pihak konsumen. Dan poin yang terakhir adalah diskusi dan praktek langsung.

Target Yang Harus Didapat Oleh Peserta Training


Adapun target yang ditetapkan untuk peserta training yaitu pimpinan, manager, dan semua staf perusahaan. Hal ini perlu dilakukan agar semua yang ikut andil dalam kemajuan perusahaan dapat bersinergi dengan baik. Selain itu target lain peserta pelatihan adalah mereka yang ingin meningkatkan kemampuan dalam hal pelayanan. Tidak hanya itu pelatihan ini juga terbuka untuk anda yang ingin tahu seperti apa model pelatihan bintang 5 ini.

Metode Pelatihan 5 Star Excellence


Metode pelatihan 5-star service excellence terdiri dari beberapa tahap. Tahap yang pertama adalah penyampaian konsep. Disini anda akan dijelaskan terlebih dahulu tentang bagaimana konsep dari 5 star excellence tersebut. Setelah konsep sudah tersampaikan dengan baik kita masuk tahap kedua yaitu diskusi kelompok. Di tahap ini anda akan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan peserta lain secara berkelompok. Dengan begitu anda akan bisa melakukan sharing atau bertukar ide dengan mereka.

Setelah tahap diskusi, anda akan masuk tahap latihan dimana pada tahap ini anda akan diberitahu bagaimana cara melakukan pelayanan bintang 5 dengan baik. Saat tahap latihan tentunya anda akan dipandu oleh trainer profesional yang sudah ahli dalam model pelayanan ini. Maka dari itu saat latihan, usahakan peserta memperhatikan dengan baik agar proses latihan dapat berjalan dengan baik dan ilmu yang didapat dapat di aplikasikan dengan baik. Tahap yang terakhir adalah studi kasus. Pada tahap studi kasus anda akan diberitahu tentang apa saja kasus yang sering dijumpai saat berhadapan dengan konsumen. Dengan begitu kelak anda tidak akan bingung ketika menghadapi konsumen dengan karakter yang berbeda karena anda sudah mengikuti training sebelumnya.