Jumat, 30 Maret 2018

Tips Meningkatkan Kemampuan Melobi dan Menegosiasi Untuk Manajer


Agar sebuah lobi yang dijalankan berhasil secara baik atau sekurang-kurangnya tidak menimbulkan penolakan yang keras atau pun sikap antipati. Maka perlu dilakukan beberapa cara yang menunjukkan kemampuan melobi dan menegosiasi untuk manajer dengan mengikuti petunjuk teknis sebagai berikut :

1. Perlu Mengenal Atau Mengidentifikasi Target Dengan Baik


Hal tersebut sangat perlu dilakukan karena teknik yang akan dipergunakan tergantung pada siapa yang akan di lobi. Agar bisa mencapai keberhasilan secara optimal, maka seorang pelobi harus dapat memahami dengan baik sifat, pandangan dan juga sikap orang-orang yang akan dilobi.

Pengenalan tersebut harus dilakukan agar dapat menentukan cara pendekatan yang akan dilakukan,  bisa juga dengan pemilihan teknik komunikasi yang akan dipergunakan. Mendekati orang yang suka bercanda dan yang penyabar dengan mendekati orang yang mudah tersinggung, tentunya akan sangat berbeda. Kekeliruan akan hal tersebut tentunya akan berakibat fatal.

2. Perfomance / Penampilan Diri Yang Baik


Penampilan diri yang baik sangat berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan melobi dan menegosiasi untuk manajer.  Agar bisa menimbulkan kesan yang baik bagi para pihak pelobi maka seorang pelobi harus  mampu menampilkan diri secara baik. Penampilan diri secara baik ini tidak semata-mata hanya bersifat fisik seperti suatu benda, akan tetapi juga memiliki kepribadian serta intelektualitas.

3. Memperhatikan Situasi Dan Kondisi


Kondisi serta situasi yang ada atau melingkupi keadaan lobi harus diperhatikan oleh para pelobi. Disamping itu para pelobi juga lebih baik mengetahui perubahan-perubahan yang akan terjadi kedepannya. Peristiwa tersebut akan terasa sangat penting pada penggunaan cara penyampaian pesan.

Di tempat terbuka atau di tempat umum misal restoran, cara yang dilakukan untuk berbicara tentunya berbeda dengan di kantor atau dirumah. Dengan berbicara secara berbisik-bisik di dalam rumah tentunya malah akan menimbulkan perasaan tersinggung bagi tuan rumah. Begitu pun sangat tidak tepat apabila berbicara dengan keras diantara banyak orang lain.

Pelobi harus tetap memperhatikan kondisi dan situasi yang sewaktu-waktu dapat berubah saat pembicaraan berlangsung dan dianggap lancar pun. Jangan meneruskan saat terdapat orang lain yang datang atau mengalihkan pada topik lain dengan cara yang cukup wajar. Hal tersebut dikarenakan walaupun pelobi tidak berkeberatan, namun mungkin yang di lobi yang tidak keberatan.

Hal lain yang harus diperhatikan tentang penyampaian pesan adalah pihak yang akan di lobi. Cara yang harus dilakukan adalah dengan metode persuasif jika pihak yang didekati merupakan pribadi atau orang-orang tertentu. Cobalah untuk mengusahakan mengundang simpati dan motivasi yang bersangkutan. Namun jika yang didekati adalah kelompok maka pesan yang akan disampaikan haruslah mengandung argumentatif.

Seorang pelobi wajib menyampaikan pertimbangan dan alasan secara logis dan rasional. Hal tersebut akan membuat pihak yang akan di lobi menjadi lebih jelas, memahami obyek dan lebih mengerti sehingga pada gilirannya mereka dapat mendukung dan menerima.

4. Mengemas Pesan


Apabila sesuatu diatur dan dikemas dengan rapi sebagaimana misalnya makanan yang disajikan dengan rapi di meja makan, tentunya akan menimbulkan selera yang berbeda. Hal tersebut akan lebih baik bila dibandingkan dengan hanya disajikan dalam bungkusan atau kotak. Sama halnya dengan masyarakat yang memberikan sesuatu dengan tangan kiri atau dengan tangan kanan akan menimbulkan kesan yang berbeda.

Dalam hal melobi, seorang pelobi harus memiliki kemampuan untuk menyajikan atau menyampaikan pesan yang dibawanya terhadap pihak yang akan di lobi. Hal tersebut bertujuan untuk menarik perhatian orang yang di lobi sehingga dapat memahami dan mengerti apa yang diinginkan serta pada saatnya bisa menerima dan akhirnya mendukung.

5. Jangan Takut Gagal


Kemampuan melobi dan menegosiasi untuk manajer selanjutnya adalah tidak takut gagal, suatu kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, begitulah kata pepatah. Hal tersebut merupakan suatu yang biasa bahwa tidak semua usaha pasti berhasil terlebih jika pada waktu yang cepat dan singkat. Kegiatan melobi dilakukan guna mengubah dan membuat pihak yang semula tidak suka menjadi suka. Yang awalnya menolak menjadi menerima dan yang awalnya menentang menjadi mendukung.

Dengan hal tersebut, maka memang ada waktunya sulit untuk merubah sikap tersebut, terlebih jika sikap awalnya adalah keras. Apabila orang cenderung menjaga gengsi merupakan suatu hal yang biasa dalam keadaan tertentu. Maka dari itu tidak perlu mudah mengalah walaupun dalam hati dan akalnya mengakuinya.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya


EmoticonEmoticon