Selasa, 03 April 2018

Bagaimana Cara Menghadapi Pekerja Yang Sulit Diatur?


Karyawan merupakan bagian terpenting dari sebuah perusahaan. Tanpa adanya karyawan, perusahaan tentu tidak dapat berjalan. Seorang atasan selain menjalankan perusahaan, memiliki kerja berat untuk mengakomodir karyawan-karyawan yang ada di kantor agar dapat bekerja dengan baik. Namun, sayangnya tidak selalu hal ini berjalan lancar.

Sering kali ada saja kendala dalam pelaksanaannya. Misalnya saja menemukan kendala teknis dalam pekerjaan karyawan atau mendapat karyawan yang sulit diatur. Hal ini mungkin akan membuat Anda merasa bingung untuk mencari cara yang tepat menghadapi pekerja Anda ini. Tapi jangan khawatir, berikut ini ada beberapa tips bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur.

1. Hadapi Dengan Kepala Dingin


Hal pertama yang harus Anda ingat adalah Anda harus menghadapi semua dengan kepala dingin. Jangan sampai masalah ini membuat Anda menjadi tempramen dan berpengaruh terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan. Menghadapi masalah dengan kepala dingin diperlukan karena membuat Anda dapat melihat masalah dengan lebih tenang dan tidak terjebak dalam emosi sesaat.

Tetaplah berfikir tenang, sembari mencari solusi yang tepat untuk menghadapi pekerja Anda yang satu ini. Jangan sampai hal ini justru memacu emosi Anda dan membuat Anda melakukan tindakan yang didasarkan pada emosi sesaat saja.

2. Kenali Karakternya


Sebagai seorang atasan Anda harus dapat melihat karakter pekerja Anda dengan baik. Ini untuk membuat Anda lebih selektif dalam memberikan pekerjaan kepada pekerja Anda. Mengenali karakter seseorang menjadi hal penting yang harus Anda kuasai. Dari sini Anda dapat menilai kinerja karyawan Anda.

Selain itu Anda juga dapat melihat penempatan yang tepat untuk karyawan Anda. Pengenalan karakter diperlukan untuk melihat apakah memang pekerja Anda memiliki karakter yang sulit diatur atau ada hal lain yang mendasarinya. Apalagi setiap orang memiliki karakter masing-masing, sehingga diperlukan cara yang berbeda untuk menghadapi orang yang berbeda. Dari mengetahui karakternya Anda juga dapat mengerti metode yang cocok untuk membuatnya menjadi lebih baik dan meningkatkan kinerjanya.

3. Cari Sumber Permasalahannya


Setelah Anda merasa mengenali karakternya dengan baik, Anda juga harus mencari tau sumber masalah yang menyebabkan pekerja Anda bermasalah. Anda dapat mencari tahu melalui banyak jalan. Mulai dari melihat laporan pekerjaannya, bertanya pada temannya atau yang paling akurat adalah bertanya langsung dengan yang bersangkutan.

Anda dapat memanggil karyawan Anda ke ruangan untuk menanyakan terkait hal ini. Tapi ingat, untuk membuat percakapan yang santai namun tegas dan tidak mengintimidasi karyawan tersebut. Utarakan tentang masalah yang selama ini Anda permasalahkan, lalu tanyakan alasannya kenapa terjadi hal tersebut. Anda juga dapat menanyakan, apakah ada yang bisa dibantu untuk masalahnya tersebut. Bangun komunikasi yang baik sehingga tidak ada pihak yang merasa terintimidasi.

4. Terapkan Sanksi Serta Reward


Tips selanjutnya setelah melakukan berbagai cara di atas adalah tetap melakukan kontroling dengan menerapkan sanksi dan reward. Maksud dari sanksi dan reward di sini adalah menegaskan kepada karyawan jika setiap tindakannya memiliki konsekuensi. Akan ada sanksi untuk yang melanggar peraturan dan budaya kerja yang ada di perusahaan.

Namun, untuk yang dapat menjalani tugas yang diberikan dengan baik reward akan diberikan. Terlebih dulu bangun rasa percaya terhadap pekerja terkait dengan memberikan tugas sesuai dengan keahliannya. Dari sana Anda dapat menilai apakah ia sudah memiliki perubahan ke arah yang lebih baik atau justru sebaliknya.

Jika memang tugas yang Anda berikan tidak selesai dengan baik maka Anda berhak memberi sanksi. Tetapi, jika memang tugas yang Anda berikan selesai dengan baik, ia berhak untuk mendapat reward dari Anda. Ingatlah untuk memberikan penilaian secara objektif ya.

5. Berlaku Tegas dan Adil


Sebagai seorang atasan Anda harus berlaku tegas, namun adil menyikapi karyawan yang susah diatur. Maksud dari tegas di sini adalah Anda harus tegas memberikan sanksi apabila perilakunya dianggap kelewatan. Tindakan tegas diperlukan, agar budaya kerja serta peraturan perusahaan tidak diremehkan. Karena ini nantinya berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Namun, perlu Anda ingat jika perlakuan adil juga diperlukan.

Jangan karena ia pernah menjadi karyawan yang sulit diatur maka Anda selalu menyalahkan kinerjanya. Di sini Anda harus berlaku adil dengan melihat pekerjaan yang dia lakukan secara objektif. Selain itu tindakan adil juga diperlukan ketika Anda memberlakukan sanksi.

6. Jadilah Contoh yang Baik


Terakhir bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur adalah Anda harus terlebih dahulu menjadi contoh yang baik. Sehingga ketika Anda menasehati pekerja yang susah diatur pun Anda sudah terlebih dulu menjadi contoh yang baik untuknya. Jadilah terlebih dulu teladan, sebelum meminta orang lain untuk bersikap seperti yang Anda inginkan.

Karyawan memang menjadi salah satu komponen penting di perusahaan. Kinerjanya tentu berpengaruh langsung terhadap kondisi perusahaan ke depannya. Tapi, bagaimana jika ada karyawan yang sulit diatur? Ada beberapa tips bagaimana cara menghadapi pekerja yang sulit diatur seperti yang disebutkan di atas. Tentu Anda harus menghadapi masalah ini dengan kepala dingin. Pengenalan karakter menjadi hal penting yang harus Anda miliki, untuk selanjutnya mencari akar masalah yang menyebabkan kinerjanya tidak bagus. Tegas dan adil dalam pemberian sanksi dan reward juga diperlukan. Tapi dibalik itu semua ingatlah untuk menjadi contoh yang baik, sebelum mulai meminta orang lain turut berkelakuan baik.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya


EmoticonEmoticon