Sabtu, 28 April 2018

Pentingnya Manajemen Pengawasan Yang Efektif Dalam Perusahaan


Dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, memiliki manajemen pengawasan yang efektif menjadi bagian terpenting dalam menentukan keberhasilan. Hal ini dikarenakan dengan pengawasan dapat menetapkan standar kerja serta mampu mengambil tindakan cepat yang dapat mendukung pencapaian hasil kerja. ­Dengan melakukan menajemen pengawasan yang efektif, tentunya mampu mengetahui kesalahan dan dapat dicegah sejak dini. Sehingga dengan dilaksanakan pengawasan ini mampu meminimalisir pemborosan bahan, biaya dan tenaga. Seiring berkembangnya suatu organiasasi, tentunya permasalahan yang dihadapi juga semakin beragam. Inilah yang menjadikan manajemen pengawasan penting untuk dijalankan

Mengapa Manajemen Pengawasan Yang Efektif Sangat Dibutuhkan?

Sebagai tindakan dalam menetapkan hasil kerja dan pengambilan tindakan, sebuah manajemen pengawasan yang efektif dapat mendukung dalam menentukan hasil dari kinerja yang telah ditetapkan. Berdasarkan penjelasan ini tentunya dalam sebuah perusahaan maupun organisasi wajib untuk memiliki manajemen pengawasan yang efektif agar dapat melakukan tindakan lanjutan.

Alasan Pentingnya Manajemen Pengawasan Yang Efektif

 Berikut ini beberapa alasan pentingnya membangun manajemen pengawasan yang efektif

1. Untuk Meningkatkan dan menjamin kualitas produk

Dengan memiliki manajemen pengawasan yang baik maka produk yang dihasilkan akan meningkat. Hal ini dikarenakan adanya pengawasan yang preventif, sehingga mampu meminimalisir kesalahan. Selain itu juga dengan adanya pengawasan, produk yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang sesuai dengan standar yang ditentukan.

2. Sebagai Standarisasi

Penentuan standar dalam proses pengawasan harus dilakukan terutama terkait standar waktu dan pegawai. Beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditetapkan dalam manajemen pengawasan yang efektif yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan produk, jumlah produk yang dihasilkan dalam periode tertentu. Selain itu jumlah biaya yang dikeluarkan dan juga tingkah laku pegawai dalam pekerjaan juga harus diperhatikan.

3. Sebagai Bentuk Evaluasi Kerja

Setelah melakukan standarisasi dan melakukan pengecekan, melalui manajemen pengawasan dapat dilakukan evaluasi kerja. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap penyimpangan berdasarkan atas standar yang telah dibuat. Dari hasil evaluasi tersebut dapat dilakukan perbandingan dan dilakukan tindakan perbaikan.

4. Untuk Melakukan Perbaikan

Tindakan perbaikan dilakukan apabila terjadi penyimpangan standar kerja yang dilakukan saat melakukan evaluasi. Tindakan perbaikan ini dilakukan apabila terjadi penyimpangan dan segera dilakukan penanganan. Namun jika dalam evaluasi tidak terjadi penyimpangan, manajemen pengawasan dapat berfungsi untuk meningkatkan hasil produksi.

5. Meminimalisir kegagalan

Alasan pentingnya membangun manajemen pengawasan yang efektif selanjutnya adalah untuk meminimalisir kegagalan. Dalam melakukan kegiatan produksi, setiap perusahaan pasti melakukan hal yang bertujuan untuk mencegah kegagalan seminimal mungkin. Oleh karena itu agar kegagalan dapat diminalisir, sebuah perusahaan harus memiliki manajemen pengawasan yang baik.

6. Untuk Meminimalisir Pengeluaran

Dengan menerapkan manajemen pengawasan yang efektif, tentu akan mengurangi pemborosan yang keluarkan oleh perusahaan. Sebuah perusahaan yang memiliki manajemen yang baik mampu mampu meminimalisir kegagalan dalam kegiatan produksi. Selain itu manajemen pengawasan juga dapat digunakan untuk mengontrol kegiatan tenaga kerja seperti penggelapan uang, memanfaatkan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi dan sebagainya.

7. Digunakan Sebagai Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja merupakan upaya membandingkan hasil kinerja dengan standar yang telah ditetapkan. Sehingga dengan manajemen pengawasan, kita dapat mengetahui sejauh mana kinerja yang dilakukan oleh pegawai, apakah sudah sesuai dengan standar atau belum. Selain itu juga dapat mengetahui karyawan yang perlu diberi penghargaan kepada mereka yang berprestasi.

Cara Membangun Manajemen Pengawasan Yang Efektif

Pada dasarnya untuk dapat membangun manajemen pengawasan yang efektif dapat dilakukan dengan cara melakukan pengawasan secara langsung dan pengawasan secara tidak langsung. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Berikut penjelasannya

1. Pengawasan Langsung

Pengawasan langsung merupakan pengawasan yang dilakukan sendiri oleh manajer terkait. Manajer akan melakukan pengawasan dan memeriksa perkerjaan yang dilakukan oleh karyawan apakah sudah sesuai dengan standar dan perencanaan awal. Kelebihan dari cara ini antara lain apabila terjadi kesalahan dapat ditangani dengan cepat, mampu menjalin hubungan baik antara pimpinan dengan karyawan dan dapat memperoleh data yang akurat terkait penyimpangan yang terjadi. Meskipun demikian kekurangan dari cara ini adalah kurangnya inisiatif dari bawahan karena pengawasan dilakukan secara langsung oleh pimpinan dan juga menyita waktu manajer.

2. Pengawasan Tidak Langsung

Pengawasan tidak langsung adalah pengawasan yang dilakukan oleh bawahan kemudian melaporkan hasilnya kepada manajer baik secara lisan maupun tertulis. Kelebihan dari cara ini adalah memberikan inisiatif kepada bawahan untuk berkembang dan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan. Namun kekurangannya antara lain hasil laporan kurang akurat karena adanya kecenderungan pemberian data yang tidak obyektif. Selain itu juga kesalahan maupun penyimpangan yang terjadi tidak dapat langsung ditangani karena harus menunggu keputusan dari pimpinan.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya


EmoticonEmoticon